Penjelasan Lengkap Peer To Peer Lending, Apa Itu P2P Lending?

Penjelasan Lengkap Peer To Peer Lending - Salah satu jenis investasi yang paling menguntungkan bagi kita yang punya uang nganggur adalah dengan mengikuti Peer To Peer Lending atau P2P Lending. Mungkin sebagian dari kamu masih asing dengan investasi jenis ini, hal ini karena P2P lending mulai eksis pada 2016 lalu di Indonesia.


Setelah sebelumnya bisnis fintech ini ramai dibicarakan di seluruh dunia, dimana pertama kali P2P lending hadir di Inggris pada 2005 hingga sekarang tersebar ke hampir semua negara seperti China yang memiliki pertumbuhan fintech P2P lending sangat cepat. 


Bisnis fintech P2P lending sendiri sudah masuk dalam pengawasan OJK, dimana semua platform yang ada haruslah mendaftar ke OJK demi keamanan bersama. Dimana untuk sekarang sudah ada puluhan platform yang sudah terdaftar disini.


P2P-Lending
(Peer To Peer Lending)


Bagi kamu yang masih belum tahu mengenai fintech P2P lending tepat sekali untuk membaca artikel, karena disini Mimin akan menjelaskannya secara lengkap dan mudah dimengerti. Berikut ini Mimin akan mengajak kamu untuk Melihat Dunia bisnis khususnya tentang penjelasan Lengkap Peer To Peer Lending. Check this out...


Baca juga : 5 Strategi Marketing yang Bisa Membuat Omzet Penjualan Naik


Penjelasan Lengkap Peer To Peer Lending :


1. Apa itu P2P Lending?


Pertama, yang paling penting kamu harus tahu dulu mengenai apa itu P2P lending. P2P lending sendiri adalah layanan jasa yang memungkinkan pertemuan antara pemberi pinjaman atau disebut sebagai investor dan juga penerima pinjaman yang disebut dengan borrower.


Kemudian antara investor dan juga borrower akan ada perjanjian pinjam meminjam melalui sistem elektronik atau internet yang biasanya berupa website atau aplikasi dan dikenal dengan fintech atau teknologi finansial. 


2. Bagaimana Cara Kerjanya?


Setelah tahu definisi P2P lending selanjutnya adalah bagaimana sih cara kerjanya? Well, sebenarnya sudah dijelaskan diatas bahwa P2P lending adalah program pinjam meminjam perorangan, badan hukum, atau badan usaha. Antara pemberi dan penerima pinjaman akan mendapatkan keuntungan, lebih lengkapnya cek di bawah ini : 


√ Pemberi Pinjaman / Pendana (Investor)


Sebagai pendana kamu bertugas untuk memberikan pinjaman, sebelum memberikan pinjaman kamu diharuskan untuk mengkaji dahulu mengenai data-data dari peminjam.


Mulai dari untuk apa uang itu digunakan apakah untuk apakah tujuannya untuk usaha atau bisnis, kesehatan, maupun pendidikan serta perhatikan pula berapa pendapatannya dan bagaimana riwayat keuangannya.


Setelah kamu sudah mantap untuk investasi, maka selanjutnya kamu perlu melakukan deposit sesuai dengan dan yang ditentukan. 


Setelah kewajiban kamu sebagai pendana selesai, selanjutnya hak kamu adalah menerima cicilan dari si peminjam setiap bulannya. Disini kamu berhak mendapatkan keuntungan berupa pokok dan bunga. Bunga ini sendiri ditentukan dari seberapa besar suku bunga yang telah diinvestasikan. 


√ Penerima Pinjaman / Peminjam (Borrower)


Sebagai peminjam hal yang pertama dilakukan adalah meyakinkan pendana agar mau meminjamkan dana. Kamu harus mengunggah beberapa dokumen yang berhubungan, misalnya saja untuk perorangan harus memberikan bukti pendapatannya atau untuk badan usaha harus memberikan laporan keuangannya. 


Setelah selesai dan kamu sepakat dengan pendana dan terjadi pinjam meminjam kamu berhak menerima pinjaman dana yang telah ditentukan.


Selanjutnya kamu berkewajiban untuk membayarkan cicilan tiap bulan baik pokok maupun bunga.


3. Kelebihan dan Kekurangan


Definisi sudah, sistem kerjanya juga sudah. Ya, kamu juga harus paham tentang kekurangan dan juga kelebihan menggunakan fintech P2P lending. 


√ Kekurangan dan Kelebihan Bagi Peminjam


- Kekurangan 


1. Jika peminjam telat membayar maka tagihan akan signifikan dan terus menerus sampai dibayarkan 


2. Jika peminjam gagal bayar maka tagihan yang wajib dibayar akan naik tinggi 


3. Jika kelayakan kredit peminjam jatuh maka suku bunga akan melonjak naik 


4. Pinjaman tidak cocok untuk jangka panjang, karena semakin lama tagihannya akan terus naik 


5. Apabila dana yang diminta peminjam tidak terpenuhi maka pinjaman akan gagal, misalnya peminjam membutuhkan uang 100 juta ternyata dari pendana hanya terkumpul 50 juta saja maka dana akan dikembalikan kepada pendana. 


- Kelebihan 


1. Suku bunga tergolong rendah jika dibandingkan dengan lembaga keuangan misalnya bank 


2. Proses peminjaman jauh lebih cepat 


3. Proses peminjaman tidak terlalu formal jika dibandingkan dengan lembaga keuangan seperti bank 


4. Syarat-syaratnya tergolong mudah 


5. P2P lending adalah pinjaman tanpa agunan atau jaminan 


6. Apabila peminjam punya riwayat yang buruk tentang pinjaman keuangan maka peminjam bisa memberikan alasan untuk meyakinkan pendana 


7. Peminjam bebas memberikan  alasan atau tujuan peminjaman selama ada pendana yang mau berinvestasi. 


√ Kekurangan dan Kelebihan Bagi Pendana


- Kekurangan 


1. Pendana tidak bisa menarik dana investasi kapan dia mau, berbeda dengan bank 


2. Ada resiko gagal bayar namun kemungkinannya kecil karena biasanya platform P2P lending akan memberikan jaminan kepada pendana serta diverifikasi portofolio. 


- Kelebihan 


1. Proses memberikan pinjaman sangat cepat, cocok untuk orang yang punya uang dan ingin dijadikan pohon uang 


2. Nilai bunga signifikan sehingga akan menguntungkan 


3. Mudah dalam diverifikasi investasi sehingga kesempatan untung lebih besar.


Baca juga : Inilah 5 Cara Berjualan Produk dengan Soft Selling, Dijamin


4. Apa Manfaat dan Resiko Menggunakan P2P Lending?


Fintech P2P lending juga mempunyai beberapa manfaat dan juga resiko entah itu untuk pendana atau investor maupun peminjam atau borrower. Manfaat untuk peminjam sendiri adalah meningkatkan inklusi keuangan, prosesnya cepat, memberikan alternatif pinjaman dan juga turunnya suku bunga akibat persaingan.


Sedangkan untuk pendana sendiri return yang didapatkan lebih tinggi dengan resiko minim, cocok untuk milineal. Ada juga manfaat untuk perbankan diantara menambah DPK, menambah channel kredit, menambah alternatif investasi, mengurangi biaya operasional bagi bank jika bekerja sama dengan fintech


Meskipun P2P lending dinyatakan minim resiko dan juga serba mudah baik untuk pendana maupun peminjam bukan berarti fintech ini tanpa resiko.


Resiko yang dimiliki antara lain exit policy (belum ada pengaturan mengenai bagaimana perlakuan bagi fintech yang tutup), credit scoring (belum punya standarisasi komponen web footprint), proses collection yang tergolong baru punya resiko untuk menurunkan recovery rate, penurunan profitabilitas bank, fraud-fraud dapat terjadi misalnya peminjam fiktif, rentan cyber attack, penarikan dana investor secara tiba-tiba, penyaluran kredit kepada debitur bisa saja bermasalah. 


Untuk semua resiko yang ada sebenarnya tergantung atau kembali lagi kepada masing-masing platform P2P lending.


Dari mulai keamanan sampai dengan jaminan agar semua pihak bisa diuntungkan. So, pastikan kamu harus memilih platform P2P lending yang terpercaya dan juga sudah terdaftar di OJK.


5. Rekomendasi Platform P2P Lending


Karena P2P lending ini sekarang sudah sangat berkembang di Indonesia akhirnya muncul puluhan bahkan ratusan platform P2P lending. Tentunya dari semua yang ada belum tentu aman untuk digunakan.


Oleh karena itu kamu harus berhati-hati dan mengecek lebih detail mengenai platform mana yang akan digunakan untuk berinvestasi maupun sebagai sarana untuk mendapatkan dana berupa pinjaman.


Dan dibawah ini ada rekomendasi puluhan platform P2P lending yang Mimin tahu serta terpercaya dan terdaftar di OJK, cek di bawah ini : 


1. Amarthaa 


2. Investree 


3. Koinworks 


4. Asetku 


5. Uangteman 


6. Akseleran 


7. Danamas 


8. Modalku 


9. Danakita 


10. Klikacc 


Bagi kamu yang ingin jadi investor maupun borrower silakan saja untuk searching di Google mengenai platform-platform diatas. Dan kamu tinggal memilih platform mana yang menurut kamu paling menarik serta menguntungkan. 


Baca juga : Trik Jitu agar Sukses Berjualan di Instagram


Kesimpulan


Nah, itulah pembahasan mengenai P2P lending yang telah Mimin bahas sedemikian rupa agar semua teman-teman langsung paham secara keseluruhan. Pada intinya fintech P2P lending memang dibuat dengan teknologi yang dibuat untuk memudahkan bersama.


Salah satu yang penting menurut Mimin adalah ketika kita menjadi investor di P2P lending itu artinya kita membantu UMKM berkembang di Indonesia hal ini karena rata-rata peminjam adalah dari pelaku UMKM yang dananya akan digunakan untuk modal usaha. 


Mungkin itu saja dari MelihatDunia.xyz dan tetaplah simak informasi lainnya untuk Melihat Dunia ini, disini.

Posting Komentar

0 Komentar