Fakta Unik Tentang Wabah Menari Abad Ke-15

MelihatDunia.xyz - Tahun 2020 ini bisa jadi merupakan tahun yang memiliki banyak kejutan yang tak terduga, salah satunya adalah dengan adanya sebuah wabah yang membuat dunia gempar. Ya, itu adalah wabah corona yang disebabkan oleh virus corona atau dikenal juga dengan covid-19. Wabah corona ini tak hanya membuat jutaan nyawa manusia melayang tetapi juga membuat semua orang khawatir seperti perekonomian yang hancur dan kesulitan untuk mencari makan.

Ternyata wabah corona ini bukanlah wabah pertama yang terjadi dalam peradaban manusia. Dan kali ini Mimin akan kilas balik sejarah yakni tentang wabah menari yang pernah terjadi pada abad ke-15 dimana membuat banyak korban jiwa. Seperti apa wabah menari tersebut? Langsung saja berikut ini Mimin akan mengajak Anda untuk Melihat Dunia khususnya tentang sejarah wabah menari pada abad ke-15. Cek diss out...


Baca juga : 4 Fakta-fakta Tentang Sphinx yang Terkenal Di Mesir


Ya, wabah menari ini bisa dibilang merupakan wabah yang sangat misterius. Dimana penderita dari wabah misterius ini akan tiba-tiba menari tanpa henti hingga beberapa hari dan penderitanya akan meninggal karena kelelahan. Wabah menari ini sendiri terjadi di Prancis atau tepatnya di Kota Strasbourg yang dulunya merupakan wilayah Kekaisaran Romawi Suci dan tepatnya terjadi pada Juli 1518 M.

Menurut sejarah wabah yang juga dikenal dengan choreomania atau the dancing plague ini berhasil merenggut kurang lebih 400 nyawa orang-orang di Strasbourg. Awal mula dari wabah ini sendiri adalah ketika seorang bernama Frau Troffea tiba-tiba menari di tengah jalan tanpa henti, dan anehnya dalam jangka 6 hari ada 34 orang yang juga ikut menari tanpa henti walaupun tanpa iringan musik sekalipun.

Mengetahui ada yang tidak beres di masyarakat, akhirnya pemerintah pada saat itu pun turun tangan untuk mencoba menangani masalah ini. Berbagai upaya yang dilakukan seperti memaksa mereka berhenti pun telah dicoba namun hasilnya nihil, orang-orang tetap saja menari tanpa henti.

Akhirnya, pemerintah memiliki ide untuk sekalian menyewa penari dan juga musik pengiring yang telah profesional dengan harapan ketika adanya penari serta pengiring akan membuat mereka bisa berhenti menari dan terpesona dengan tarian dari penari profesional. Semua orang yang terkena wabah diajak untuk pergi ke lapangan untuk menari bersama. Bukannya berhasil, jumlah korban malah terus bertambah hingga ada kurang lebih 400 orang meninggal dunia pada bulan Agustus 1518 M.


Baca juga : 5 Hewan Purba yang Masih Hidup Hingga Sekarang


Setelah kurang lebih 1 bulan wabah ini menjangkiti kota tersebut, akhirnya para ahli pada saat itu pun bertanya tentang apa yang terjadi. Dan karena tak kunjung ditemukan penyebabnya, maka akhirnya banyak sekali spekulasi yang berkembang pada masa itu bahkan mungkin sampai sekarang. Mulai dari katanya orang-orang di daerah tersebut ikut sekte khusus, sampai memakan jamur beracun yang dikenal dengan psikotropika ergot  dan ada juga yang menyebutkan bahwa orang-orang tersebut stres karena kelaparan.

Well, sebenarnya ada tiga teori yang paling populer mengenai penyebab dari wabah menari ini. Teori pertama, dimana orang-orang tersebut mengkonsumsi jamur psikotropika ergot namun teori ini terbantahkan karena efek samping dari jamur ini adalah kejang dan juga delusi. Teori kedua, orang-orang tersebut sedang melakukan ritual keagamaan atau mengikuti ajaran sekte tertentu namun teori ini juga kurang masuk akal karena menurut catatan yang orang-orang yang menari tersebut menangis meminta tolong untuk berhenti bahkan dari sebagian mereka sampai berdarah karena menari serta didukung dengan mimik wajah yang tidak mendukung.

Teori ketiga atau yang terakhir, teori ini bisa dibilang teori yang paling kuat adalah orang-orang di daerah tersebut mengalami stres yang luar biasa atau terkena sindrom psikogenik dan juga histeria massa. Hal itu terlihat dari keadaan mereka yang sedang stres karena gagal panen, kelaparan hebat, cacar, cuaca yang buruk, hingga membuat mereka mengalami ketidakpastian dalam menjalani hidup. Dan mungkin mereka meluapkannya dengan menari dan alasan mengapa mereka tidak berhenti bisa saja karena mereka mengalami keguncangan yang luar biasa dan juga halusinasi yang tinggi.


Baca juga : Manfaat Keringat yang Jarang Diketahui


Kesimpulan


Nah, itulah fakta unik tentang wabah menari atau choreomania yang pernah terjadi di abad ke-15. Kesimpulan yang dapat diambil adalah apapun penyebab dari wabah menari ini, kita sebagai manusia harus berusaha untuk hidupnya agar seimbang dan dengan begitu akan meminimalisir resiko wabah seperti ini. Lalu menurut Anda kira-kira apa penyebab sumber sesungguhnya dari wabah ini? Ya, kalau Mimin jelas ikut atau setuju pada teori ketiga. Mungkin itu saja dari MelihatDunia.xyz dan tetaplah simak informasi lainnya untuk Melihat Dunia ini, disini.

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Sangat mengejutkan juga ternyata, sebuah gerakan/menari bisa menjadi wabah yang memakan banyak korban jiwa.

    BalasHapus